Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

IGI Wilayah NTB dan Balai Bahasa Perkuat Kolaborasi, Dorong Literasi Guru Hadapi TKA

IGI NTB

Mataram – Komitmen untuk meningkatkan kualitas literasi guru di Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin diperkuat melalui kolaborasi strategis antara Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah NTB dan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pertemuan penting ini berlangsung pada Rabu (22/4/2026) di Kantor Balai Bahasa NTB yang berlokasi di Jalan Dokter Sujono, Jempong Baru, Sekarbela, Kota Mataram.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IGI Wilayah NTB, Nengah Istiqomah, yang didampingi oleh dua orang anggota IGI NTB. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Balai Bahasa NTB, Dr. Arie Andrasyah Isa, dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara organisasi profesi guru dan lembaga kebahasaan pemerintah, khususnya dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks, termasuk kesiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang kini menjadi bagian dari sistem evaluasi pendidikan.

Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif, kedua belah pihak menegaskan komitmen untuk menjadikan guru sebagai garda terdepan dalam penguatan literasi. Hal ini sejalan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 yang menempatkan literasi sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran.

Kepala Balai Bahasa NTB, Dr. Arie Andrasyah Isa, menyampaikan bahwa kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh setiap guru. Menurutnya, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi secara efektif.

“Penguatan literasi guru tidak hanya berdampak pada kualitas pembelajaran di kelas, tetapi juga pada kesiapan menghadapi berbagai kebijakan evaluasi pendidikan, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA),” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam konteks pendidikan saat ini, guru tidak hanya dituntut sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran yang mampu membimbing siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis. Oleh karena itu, penguasaan bahasa yang baik menjadi kunci utama.

Salah satu poin penting yang dihasilkan dari pertemuan tersebut adalah rencana penyelenggaraan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi guru di seluruh wilayah NTB. Program ini dipandang sebagai langkah konkret dalam meningkatkan sekaligus memetakan kemampuan kebahasaan para guru.

UKBI merupakan instrumen resmi yang dikembangkan untuk mengukur tingkat kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia. Dengan mengikuti UKBI, guru dapat mengetahui secara objektif sejauh mana kemampuan mereka dalam aspek mendengarkan, merespons kaidah, membaca, menulis, dan berbicara.

Dr. Arie menjelaskan bahwa hasil UKBI nantinya tidak hanya menjadi alat ukur, tetapi juga dapat dijadikan dasar dalam merancang program pelatihan yang lebih terarah dan tepat sasaran.

“Melalui UKBI, kita bisa mendapatkan data yang valid terkait kemampuan kebahasaan guru. Dari situ, kita bisa menyusun strategi pembinaan yang lebih efektif,” jelasnya.

Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran guru akan pentingnya literasi sebagai bagian dari profesionalisme mereka. Dengan demikian, peningkatan kompetensi tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar berdampak pada praktik pembelajaran di kelas.

Ketua IGI Wilayah NTB, Nengah Istiqomah, menyambut baik rencana kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa IGI siap menjadi mitra aktif dalam menggerakkan berbagai program literasi yang akan dilaksanakan bersama Balai Bahasa NTB.

Menurutnya, peningkatan kapasitas guru harus dilakukan secara sistematis, terencana, dan berkelanjutan. Tidak cukup hanya dengan pelatihan sesaat, tetapi perlu adanya pendampingan dan evaluasi yang berkesinambungan.

“Melalui UKBI, guru dapat mengukur kemampuan berbahasa secara objektif, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi diri,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa IGI sebagai organisasi profesi memiliki jaringan yang luas hingga ke tingkat kabupaten/kota. Hal ini menjadi potensi besar dalam menyukseskan implementasi program literasi secara masif dan merata di seluruh NTB.

Selain itu, IGI NTB juga berkomitmen untuk mengintegrasikan program literasi ini dengan kegiatan pengembangan profesi guru lainnya, seperti pelatihan, workshop, dan komunitas belajar. Dengan demikian, literasi tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian integral dari peningkatan kualitas guru secara keseluruhan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga sepakat bahwa keberhasilan program ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Oleh karena itu, kerja sama ini direncanakan akan melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB sebagai mitra strategis.

Keterlibatan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat aspek kebijakan dan dukungan anggaran, sehingga program yang dirancang dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Sinergi lintas lembaga ini menjadi kunci dalam memastikan bahwa program literasi tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi benar-benar diimplementasikan secara efektif di lapangan.

Kolaborasi antara IGI NTB dan Balai Bahasa NTB ini tidak terlepas dari tantangan pendidikan yang terus berkembang. Di era digital saat ini, arus informasi yang begitu cepat menuntut guru untuk memiliki kemampuan literasi yang tinggi agar mampu menyaring dan menyampaikan informasi secara tepat kepada siswa.

Selain itu, kehadiran Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai bagian dari sistem evaluasi pendidikan juga menuntut kesiapan guru dalam memahami dan mengimplementasikan standar penilaian yang lebih komprehensif.

Dalam konteks ini, literasi menjadi kunci utama. Guru yang memiliki kemampuan literasi yang baik akan lebih mudah beradaptasi dengan perubahan kurikulum, metode pembelajaran, maupun sistem evaluasi.

Lebih jauh lagi, penguatan literasi guru juga akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas peserta didik. Guru yang literat akan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan mendorong siswa untuk berpikir kritis.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan peningkatan literasi guru di NTB dapat berjalan lebih terarah dan sistematis. Program UKBI yang direncanakan menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun fondasi literasi yang kuat di kalangan guru.

Tidak hanya itu, kerja sama ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengembangkan sinergi antara organisasi profesi dan lembaga pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. (Lan) 

Posting Komentar untuk "IGI Wilayah NTB dan Balai Bahasa Perkuat Kolaborasi, Dorong Literasi Guru Hadapi TKA"