Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TPN XIII Kota Mataram Sukses Digelar, Satukan Ratusan Pendidik NTB Berbagi Praktik Baik Pendidikan

TPN XIII Kota Mataram

Mataram – Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Kota Mataram sukses diselenggarakan pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang digagas Guru Belajar Foundation bekerja sama dengan Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kota Mataram dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah NTB tersebut diikuti sekitar 190 pendidik, kepala sekolah, pemerhati pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan dari seluruh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat. Mengusung tema "Cita-Cita Kolektif Kewargaan Desa Dunia", kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama, berbagi praktik baik, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Semangat belajar sepanjang hayat kembali bergema melalui penyelenggaraan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Kota Mataram. Sejak pagi, ratusan peserta memadati aula BGTK Provinsi NTB untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang menghadirkan berbagai tokoh pendidikan, praktisi, akademisi, hingga mitra strategis pendidikan.

Peserta berasal dari berbagai daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat, antara lain Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, Dompu, dan Bima. Kehadiran peserta lintas daerah tersebut menunjukkan tingginya antusiasme guru-guru NTB dalam membangun budaya belajar dan kolaborasi.

Acara pembukaan dipandu oleh MC Hj. Hidmi Gramatolina R. Diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Komunitas Guru Belajar Nusantara, dilanjutkan doa bersama, laporan Ketua Panitia, sambutan, pembukaan resmi kegiatan, serta penyerahan beasiswa kepada sepuluh siswa mulai jenjang TK, SD, SMP hingga SMA sebagai bentuk kepedulian terhadap akses pendidikan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi NTB Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., Kepala BGTK Provinsi NTB yang diwakili Dr. Ari David, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB Arie Andrasyah Isa, S.S., M.Hum., Ketua BAZNAS Provinsi NTB Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., dr. Lalu Fauzan Adi, Sp.B.Subsp.Ono(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, unsur Kementerian Agama, Dinas Pendidikan kabupaten/kota, organisasi profesi guru, akademisi, serta berbagai mitra pendidikan.

Kolaborasi untuk Pendidikan Berdampak


Ketua Panitia TPN XIII Kota Mataram, Rina Sudayati, S.Pd., dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjadi ruang refleksi, berbagi praktik baik, serta memperkuat jejaring kolaborasi antarpendidik.

Menurutnya, tema "Cita-Cita Kolektif Kewargaan Desa Dunia" mengandung pesan bahwa setiap praktik pembelajaran yang dilakukan guru di ruang kelas memiliki dampak besar terhadap masa depan bangsa bahkan dunia.

Ia melaporkan bahwa sekitar 190 peserta mengikuti kegiatan yang terdiri atas guru dan kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama.

Rina juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, termasuk BGTK Provinsi NTB, Guru Belajar Foundation, KGBN, IGI NTB, serta para mitra seperti BAZNAS NTB, Telkomsel, Pegadaian, PT Narmada Awet Muda, Laz Salimah, Ikatan Alumni Pascasarjana Universitas Mataram, CV Kabar Gembira, dan Grama Kulina Literasi.

Pemerintah Apresiasi Semangat Guru Terus Belajar


Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi NTB, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., yang membuka kegiatan secara resmi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Temu Pendidik Nusantara XIII.

Ia menilai forum seperti ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui budaya belajar sepanjang hayat dan kolaborasi antarguru.

Menurutnya, guru merupakan aktor utama dalam menentukan masa depan bangsa sehingga harus terus meningkatkan kompetensi, memperbarui pengetahuan, serta mampu beradaptasi terhadap perkembangan zaman.

Mengutip pemikiran Charles Darwin, Syamsul Hadi menegaskan bahwa pihak yang akan bertahan bukanlah yang paling kuat ataupun paling pintar, melainkan mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan.

Ia mengajak seluruh guru untuk terus melakukan refleksi pembelajaran sehingga setiap proses belajar benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya perhatian bersama terhadap berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda, seperti perundungan, kekerasan di lingkungan pendidikan, hingga tantangan perkembangan sosial yang memerlukan penguatan pendidikan karakter.

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman sekaligus tempat tumbuhnya karakter, literasi, numerasi, kreativitas, dan kepedulian sosial peserta didik.

"Pendidikan adalah jalan utama membangun masa depan bangsa. Karena itu guru harus terus belajar, berkolaborasi, dan menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman," tegasnya.

Guru Belajar Foundation Dorong Kolaborasi Tanpa Batas

Perwakilan Guru Belajar Foundation, Ananda Meji Hadianti, menegaskan bahwa filosofi Guru Belajar Foundation adalah mendukung guru agar tidak pernah berhenti belajar.

Menurutnya, tujuan utama Temu Pendidik Nusantara bukan hanya memberikan ilmu atau sertifikat, tetapi memperluas jejaring kolaborasi sehingga dampak pembelajaran terus berkembang setelah kegiatan selesai.

"Kami berharap peserta tidak hanya membawa pulang ilmu, tetapi juga membawa pulang kolaborasi yang terus tumbuh untuk meningkatkan kualitas pendidikan," ujarnya.

Hadirkan Tokoh-Tokoh Inspiratif


Salah satu agenda utama TPN XIII adalah Bincang Pendidikan yang menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor.

Dr. Ari David mewakili Kepala BGTK Provinsi NTB membahas penguatan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan.

Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa, S.S., M.Hum., mengulas pentingnya literasi sebagai fondasi pembelajaran berkualitas.

Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., menyampaikan pentingnya kolaborasi sosial dalam mendukung pemerataan pendidikan.

Sementara dr. Lalu Fauzan Adi, Sp.B.Subsp.Ono(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram memberikan perspektif mengenai pentingnya membangun generasi sehat sebagai bagian dari investasi pendidikan.

Berbagi Cerita Perubahan Berdampak


Pada sesi Kelas Pendidik, peserta memperoleh inspirasi dari para guru yang membagikan praktik baik pembelajaran.

Ria Junita, S.Pd. memaparkan praktik "Refleksi Guru Matematika dalam Membangun Budaya Belajar Melalui Kuis Interaktif."

Yunita Riskayanti, S.Pd. membahas "Transformasi Asesmen untuk Kelas Kimia Inklusif."

Saeful Fahmi berbagi pengalaman melalui materi "Dari Ruang Kelas Menuju Ruang Inspirasi."

Sudomo, S.Pt. mengajak guru menjadi kreator pembelajaran melalui materi "Guru Kreator: Mengubah Konten Menjadi Kompeten."

Sementara itu, pada Kelas Pemimpin, para kepala sekolah dan guru penggerak membagikan berbagai strategi kepemimpinan sekolah.


Nengah Istiqomah, M.Pd., Kepala SMAN 9 Mataram, Ridhan Hadi, M.Pd., Kepala SMKN 1 Narmada, M. Tabibuddin, M.Pd. dari SD Negeri 5 Bebidas, serta Titin Indra Mayasari, S.Pd. dari TK Putra 1 Mataram berbagi pengalaman mengenai berbagai program strategis yang berhasil menciptakan perubahan positif di sekolah masing-masing.

Seluruh sesi berlangsung interaktif dengan diskusi aktif antara narasumber dan peserta sehingga menghasilkan berbagai ide baru yang dapat diimplementasikan di satuan pendidikan masing-masing.

Membangun Ekosistem Pendidikan Kolaboratif

Keberhasilan penyelenggaraan Temu Pendidik Nusantara XIII Kota Mataram menjadi bukti bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Sinergi pemerintah, komunitas guru, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga filantropi, hingga masyarakat menjadi kekuatan besar dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Melalui forum ini, para peserta tidak hanya memperoleh inspirasi, tetapi juga memperluas jejaring profesional, memperkuat budaya refleksi, dan menghadirkan semangat baru untuk terus belajar demi menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik.

Dengan semangat Guru Belajar, Guru Berdampak, Temu Pendidik Nusantara XIII diharapkan menjadi titik awal lahirnya semakin banyak praktik baik pendidikan yang dapat direplikasi di berbagai sekolah di seluruh Nusa Tenggara Barat, bahkan Indonesia. 

Redaksi oleh: Ruslan Wahid.

Posting Komentar untuk "TPN XIII Kota Mataram Sukses Digelar, Satukan Ratusan Pendidik NTB Berbagi Praktik Baik Pendidikan"