Empat Guru Terima Bantuan BAZNAS NTB dalam Muswil III IGI NTB
MATARAM — Kepedulian terhadap perjuangan guru di berbagai wilayah Nusa Tenggara Barat kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi NTB melalui penyaluran bantuan kepada guru dalam rangkaian Musyawarah Wilayah (Muswil) III Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah NTB, Sabtu, 26 September 2026.
Bantuan tersebut diserahkan setelah pelaksanaan Seminar Pendidikan yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan Muswil III IGI NTB di Grand Madani Hotel Mataram. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Dr. TGH. Lalu Abdul Muhy, M.A., yang akrab disapa Mamiq Muhyi, mewakili Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A.
Kegiatan Muswil III IGI NTB sendiri mengusung semangat “Sinergi Bergerak, Bertumbuh, dan Berkelanjutan” serta diikuti sekitar 120 peserta dari berbagai unsur IGI dan perwakilan daerah di NTB. Selain menjadi forum konsolidasi organisasi, Muswil juga diisi seminar pendidikan yang menghadirkan perspektif tentang pengembangan profesionalisme guru dan pemberdayaan sumber daya manusia.
Bantuan BAZNAS NTB diberikan kepada guru yang mengabdi di sejumlah wilayah di NTB. Berdasarkan data yang diterima, penerima bantuan yang telah teridentifikasi antara lain Fitrianingsih, S.Pd., GR, yang mengabdi di SMK Kesehatan Yapik Gerbang Dompu; Apippudin, guru di SMAN 9 Mataram, Kota Mataram; Erlina Feblia, yang mengajar di Lombok Timur; serta Ahmad Patoni, yang mengajar di Lombok Tengah.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan karena menunjukkan bahwa pembahasan mengenai peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berhenti pada seminar dan diskusi, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kepedulian nyata terhadap para pendidik.
Bagi guru yang mengabdi di berbagai wilayah, khususnya mereka yang menjalankan tugas dalam kondisi dan tantangan yang beragam, dukungan seperti ini memiliki makna tersendiri. Bantuan tidak hanya dilihat dari nilai material yang diberikan, tetapi juga sebagai bentuk perhatian dan penghargaan terhadap pengabdian guru.
Sebelum penyerahan bantuan, peserta Muswil III IGI NTB mengikuti Seminar Pendidikan yang berlangsung dalam dua sesi.
Sesi pertama menghadirkan Dr. Siti Khusnul Khotimah, M.Pd., yang mengajak para guru melakukan refleksi terhadap perjalanan profesional mereka melalui tema “Who Shapes the Teacher We Become? Kita Tidak Sedang Bertumbuh Sendirian.”
Pada sesi kedua menghadirkan Dr. TGH. Lalu Abdul Muhy, M.A. atau Mamiq Muhyi, yang mewakili BAZNAS Provinsi NTB. Ia menyampaikan materi bertema “Gerakan Filantropi untuk SDM Berdaya.”
Materi tersebut menempatkan filantropi tidak hanya sebagai kegiatan pemberian bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan. Bantuan diharapkan dapat diarahkan untuk membangun kemampuan, keterampilan, kesempatan, serta ekosistem yang memungkinkan penerima manfaat tumbuh lebih mandiri.
Konsep tersebut antara lain digambarkan melalui gagasan “Dari Zakat Menjadi Keterampilan.” Dalam pemaparan BAZNAS NTB, dana zakat dapat diarahkan untuk mendukung peningkatan keterampilan masyarakat melalui pelatihan vokasi, sertifikasi, dukungan alat kerja dan modal, pendampingan, hingga akses terhadap pasar.
Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan filantropi tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari perubahan kehidupan penerima manfaat. Dalam materi BAZNAS, alur pemberdayaan tersebut digambarkan dari mustahik menjadi terampil, berpenghasilan, mandiri, hingga pada akhirnya mampu menjadi muzakki.
Gagasan mengenai pemberdayaan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan profesi guru. Guru bukan hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga berperan membangun keterampilan, karakter, kemandirian, dan masa depan peserta didik.
Dalam materi yang disampaikan Mamiq Muhyi, guru ditempatkan sebagai bagian penting dari ekosistem pemberdayaan manusia. Guru dapat menjadi “filantropis ilmu”, yakni sosok yang memberikan pengetahuan dan pengalaman untuk membuka kesempatan serta membangun keberdayaan generasi berikutnya.
Semangat itulah yang kemudian menemukan bentuk konkretnya melalui penyerahan bantuan kepada para guru. Bantuan BAZNAS NTB menjadi simbol bahwa gerakan filantropi dapat hadir di tengah komunitas pendidikan sekaligus menjadi bentuk kepedulian kepada pendidik yang terus mengabdikan diri.
Ketua Wilayah IGI NTB Periode 2023–2026, Nengah Istiqomah, M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap dukungan berbagai pihak terhadap perjalanan IGI NTB, termasuk dukungan dari lembaga-lembaga yang memiliki perhatian terhadap peningkatan kualitas dan keberdayaan guru.
Dalam sambutannya pada Muswil III, Nengah menegaskan pentingnya organisasi profesi menjadi ruang bagi guru untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan kompetensi, serta membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah maupun berbagai pemangku kepentingan pendidikan.
Menurut Nengah, guru membutuhkan ruang untuk berdiskusi dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan. Ia juga berharap regulasi dan kebijakan pendidikan dapat disosialisasikan secara baik sehingga persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui komunikasi dan pendekatan yang humanis.
“Mohon berikan kami ruang diskusi dan implementasi pembelajaran bagi guru-guru. Harapan kami, produk peraturan pendidikan dapat disosialisasikan secara masif sehingga jika ada permasalahan tentang guru, dapat kita carikan solusi bersama dengan cara yang humanis,” ujar Nengah.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang selama ini telah dibangun IGI NTB dengan para mitra. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pengembangan kompetensi guru tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi gerakan bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Penyerahan bantuan BAZNAS NTB kepada para guru dalam Muswil III IGI NTB pada akhirnya bukan sekadar agenda tambahan dalam sebuah kegiatan organisasi. Lebih jauh, momentum tersebut mempertemukan tiga gagasan penting, yakni pendidikan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan.
Kolaborasi antara organisasi profesi guru dan lembaga filantropi seperti BAZNAS juga membuka ruang bagi lahirnya berbagai bentuk program yang lebih berkelanjutan. Dukungan kepada guru dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bantuan sosial, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas, penguatan keterampilan, serta program yang berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran. (Lan)

Posting Komentar untuk "Empat Guru Terima Bantuan BAZNAS NTB dalam Muswil III IGI NTB"