IGI NTB dan KSI Mataram Sepakati MoU Penguatan Pendidikan, Bahasa Korea, dan Budaya
Mataram — Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjalin kerja sama dengan King Sejong Institute (KSI) Mataram melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama bidang pendidikan, bahasa Korea, dan budaya.
Penandatanganan berlangsung pada 27 September 2026 di Hotel Grand Madani Mataram, bertepatan dengan hari kedua pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) III IGI Wilayah NTB.
MoU tersebut ditandatangani oleh Ketua PAW IGI Wilayah NTB Periode 2023–2026, Nengah Istiqomah, M.Pd., bersama Direktur KSI Mataram, Dr. Baharuddin, M.Hum. Prosesi penandatanganan disaksikan Ketua Wilayah IGI NTB terpilih, Nurhidayati, M.Pd., serta para Ketua IGI Daerah kabupaten/kota yang hadir dalam rangkaian Muswil III IGI NTB.
Berdasarkan dokumen MoU, KSI Mataram merupakan lembaga yang beroperasi di lingkungan Universitas Mataram dan memiliki kegiatan utama dalam pendidikan bahasa dan budaya Korea serta mendorong pertukaran pendidikan dan budaya terkait Korea di wilayah NTB. Sementara itu, IGI NTB merupakan organisasi profesi guru yang memiliki jaringan pendidik dan sekolah di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Kerja sama kedua lembaga tersebut dibangun atas kesamaan visi untuk memajukan pendidikan sekaligus memperluas wawasan kebudayaan bagi guru dan siswa di Nusa Tenggara Barat.
Melalui MoU tersebut, IGI NTB dan KSI Mataram menyepakati kerangka kerja sama yang dapat dikembangkan dalam berbagai program pendidikan dan kebudayaan.
Salah satu bentuk kerja sama yang terbuka adalah pengiriman tenaga pengajar atau guru tamu untuk menyelenggarakan kelas bahasa Korea di sekolah-sekolah yang berada dalam jaringan IGI NTB. Kelas tersebut dapat dikembangkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler maupun mata pelajaran pilihan atau wajib sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, KSI Mataram juga dapat membuka kelas khusus bagi siswa SMA/SMK dari jaringan IGI NTB untuk mendapatkan pembelajaran secara langsung di KSI Mataram. Program lainnya mencakup kelas pengenalan budaya Korea melalui kunjungan pengajar KSI ke sekolah-sekolah.
Kerja sama juga dapat dikembangkan melalui penyelenggaraan festival atau kegiatan kebudayaan Korea di sekolah dengan pola kolaborasi atau co-hosting. Tidak kalah penting, MoU tersebut membuka peluang penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan mengenai bahasa serta budaya Korea bagi tenaga pendidik di bawah jaringan IGI NTB.
Dokumen MoU menegaskan bahwa berbagai bentuk kerja sama tersebut merupakan ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan kesepakatan kedua pihak. Program atau kegiatan yang lebih spesifik nantinya akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (MoA) atau dokumen kesepakatan tersendiri.
Ketua PAW IGI Wilayah NTB Periode 2023–2026, Nengah Istiqomah, M.Pd., menyampaikan bahwa penandatanganan MoU tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperluas jejaring kerja sama IGI dengan berbagai lembaga yang memiliki perhatian terhadap kemajuan pendidikan.
Menurut Nengah, kerja sama dengan KSI Mataram diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat dilanjutkan dalam program-program nyata yang memberikan pengalaman belajar baru bagi guru dan peserta didik.
“Kami berharap kerja sama antara IGI NTB dan KSI Mataram dapat menjadi ruang kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi guru dan siswa. Tidak hanya dalam penguasaan bahasa Korea, tetapi juga dalam memperluas wawasan budaya, membuka pengalaman baru, serta mendorong lahirnya inovasi pembelajaran di sekolah,” ujar Nengah.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang saling menguatkan. Bagi IGI NTB, kemitraan dengan KSI Mataram dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan lebih banyak alternatif pengembangan kompetensi dan pengalaman pendidikan bagi warga sekolah.
Sementara Direktur KSI Mataram, Dr. Baharuddin, M.Hum., dalam pemaparannya menekankan pentingnya semangat kolaborasi, pembelajaran, kedisiplinan, serta keterbukaan untuk terus mengembangkan diri.
Ia menyampaikan bahwa proses pendidikan tidak berhenti pada teori, tetapi harus memberikan pengalaman yang memungkinkan peserta didik maupun pendidik menemukan pengetahuan dan keterampilan baru. Menurutnya, setiap proses pembelajaran dan interaksi kelembagaan perlu dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan semangat untuk terus berinovasi.
Baharuddin juga menggarisbawahi bahwa sebuah lembaga pendidikan akan terus tumbuh melalui proses belajar dan inovasi. Karena itu, kehadiran berbagai pihak dalam membangun kerja sama merupakan bagian dari ikhtiar untuk menyempurnakan proses pendidikan.
“Proses belajar itu tidak akan pernah berhenti. Kehadiran kita dalam sebuah kerja sama adalah proses untuk menyempurnakan lembaga agar menjadi lebih baik,” demikian salah satu gagasan yang disampaikan Baharuddin dalam pemaparannya.
Ia juga mengajak peserta untuk tidak sekadar mengikuti kegiatan secara formal, tetapi aktif mencari pengalaman, terlibat dalam berbagai kegiatan, serta memanfaatkan kesempatan untuk belajar dari lingkungan baru.
Semangat tersebut sejalan dengan substansi kerja sama IGI NTB dan KSI Mataram yang memberikan ruang bagi guru dan siswa untuk mengenal bahasa serta budaya Korea melalui berbagai bentuk kegiatan pendidikan.
Dalam dokumen kerja sama, MoU antara KSI Mataram dan IGI NTB ditetapkan sebagai kesepakatan payung atau kerangka hukum awal bagi pengembangan berbagai program bersama. Pelaksanaan program yang lebih spesifik akan dibahas dan disepakati lebih lanjut oleh kedua pihak.
MoU tersebut berlaku efektif sejak tanggal ditandatangani dengan jangka waktu tiga tahun, dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis kedua pihak. Dokumen juga menegaskan bahwa penandatanganan MoU tidak secara otomatis menimbulkan kewajiban finansial bagi salah satu pihak. Pembiayaan setiap program akan dibahas dan disepakati secara khusus sebelum kegiatan dilaksanakan.
Dengan demikian, kerja sama ini memberikan fleksibilitas bagi IGI NTB dan KSI Mataram untuk mengembangkan berbagai program sesuai kebutuhan sekolah, guru, dan peserta didik.
Penandatanganan MoU yang berlangsung dalam rangkaian Muswil III IGI NTB juga memiliki makna strategis karena disaksikan oleh para pengurus IGI dari berbagai kabupaten/kota di NTB.
Kehadiran mereka membuka peluang agar kerja sama yang telah disepakati di tingkat wilayah dapat dikembangkan secara lebih luas melalui jaringan IGI di daerah. Sekolah-sekolah yang berada dalam jaringan tersebut dapat menjadi ruang implementasi berbagai program pembelajaran bahasa dan pengenalan budaya Korea sesuai dengan mekanisme yang nantinya disepakati bersama.
Pada akhirnya, kerja sama IGI NTB dan KSI Mataram diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi program berkelanjutan yang memperkaya pengalaman pendidikan di Nusa Tenggara Barat.
Penandatanganan MoU pada momentum Muswil III IGI NTB menjadi penanda dimulainya babak baru kolaborasi antara organisasi profesi guru dan lembaga pendidikan bahasa serta budaya. Dengan semangat saling mendukung, berbagi pengetahuan, dan terus berinovasi, kerja sama tersebut diharapkan dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi guru, siswa, sekolah, serta perkembangan pendidikan di NTB. (Lan).

Posting Komentar untuk "IGI NTB dan KSI Mataram Sepakati MoU Penguatan Pendidikan, Bahasa Korea, dan Budaya"