Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Raih 29 Suara, Nurhidayati Pimpin IGI Wilayah NTB Periode 2026–2031

Nurhidayati Terpilih sebagai Ketua IGI Wilayah NTB Masa Bhakti 2026–2031

Mataram— Nurhidayati, S.Pd., M.Pd. terpilih sebagai Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Nusa Tenggara Barat masa bhakti 2026–2031 setelah memperoleh suara terbanyak dalam pemungutan suara secara elektronik atau e-voting pada Musyawarah Wilayah (Muswil) IGI NTB pada Sabtu (26/9/2026) bertempat di Grand Madani Hotel Mataram.

Dalam proses pemilihan tersebut, Nurhidayati, S.Pd., M.Pd. sebagai calon nomor urut 2 memperoleh 29 suara. Sementara calon nomor urut 1, Ramli Hidayat, M.Pd., memperoleh 3 suara, sedangkan calon nomor urut 3 sekaligus petahana, Nengah Istiqomah, M.Pd., memperoleh 10 suara.

Dengan demikian, berdasarkan hasil pemungutan suara yang disampaikan dalam Muswil, Nurhidayati memperoleh suara terbanyak dan ditetapkan sebagai Ketua IGI Wilayah NTB untuk masa bhakti 2026–2031.

Pemilihan berlangsung melalui sistem e-voting secara online dengan melibatkan peserta Muswil yang memiliki hak suara 42 orang, yakni perwakilan dari Pengurus IGI Wilayah NTB serta masing-masing Pengurus IGI Daerah kabupaten/kota.

Proses pemilihan dipimpin oleh presidium Muswil yang terdiri atas H. Bakhtiar Ardiansyah, Bambang Setiawan, dan Halil Subagiono selaku Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat IGI.

Sebelum memasuki tahap pemungutan suara, ketiga calon terlebih dahulu mengikuti proses verifikasi persyaratan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IGI. Setelah seluruh persyaratan calon diverifikasi, masing-masing kandidat diberikan kesempatan menyampaikan visi dan misi di hadapan peserta Muswil.

Tiga Calon Paparkan Gagasan Kepemimpinan

Calon nomor urut 1, Ramli Hidayat, M.Pd., dalam penyampaian visi dan misinya mengusung visi “IGI Berdaya, Guru Berjaya, Pendidikan Maju.”

Ia menawarkan lima pilar utama sebagai landasan kepemimpinannya, yakni akselerasi digital, komunikasi regional dan kemandirian, advokasi guru, kolaborasi inovatif, serta pengembangan riset dan jurnal.

Ramli juga menyampaikan arah strategis kepemimpinan IGI NTB 2026–2031 untuk membangun organisasi profesi guru yang unggul, mandiri, dan berdaya saing global berbasis teknologi dalam rangka mendorong transformasi pendidikan Indonesia.

Sejumlah program yang ditawarkan antara lain penguatan kepemimpinan dan kemandirian organisasi, tata kelola adaptif, pemberdayaan anggota, serta penguatan struktur organisasi melalui pembentukan wakil ketua regional daerah.

Dalam bidang perlindungan guru, Ramli juga menekankan pentingnya advokasi, perlindungan dan bantuan hukum, keselamatan kerja pendidik, serta peningkatan kesejahteraan guru.

Di bidang kemitraan, ia menawarkan penguatan kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, perguruan tinggi, serta lembaga internasional.

Salah satu program unggulan yang disampaikan adalah pengembangan budaya literasi, riset, dan karya inovatif melalui publikasi jurnal resmi IGI Wilayah NTB sebagai wadah publikasi ilmiah, inovasi pembelajaran, dan artikel ilmiah para guru.

“IGI berdaya, guru berjaya, pendidikan maju,” ujar Ramli dalam penyampaian visi dan misinya.

Nurhidayati Usung “Bersinergi, Bergerak, Berdampak”

Sementara itu, calon nomor urut 2, Nurhidayati, S.Pd., M.Pd., mengusung visi “Bersinergi, Bergerak, Berdampak.”

Dalam pemaparannya, Nurhidayati menekankan bahwa IGI bukan organisasi yang dibangun atas keunggulan seseorang, melainkan wadah untuk saling menguatkan dan bekerja bersama.

Menurutnya, keberadaan IGI Wilayah tidak dapat dipisahkan dari keberadaan IGI Daerah. Karena itu, penguatan koordinasi dan sinergi antara wilayah dan daerah menjadi salah satu perhatian utama yang akan dikembangkan.

“IGI bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi tentang bagaimana kita saling menguatkan,” tegas Nurhidayati.

Ia menjelaskan, sinergi menjadi penting karena organisasi tidak dapat berjalan sendiri. IGI Wilayah membutuhkan kolaborasi dengan IGI Daerah, institusi pendidikan, pemangku kepentingan, serta pemerintah dan dinas terkait.

Nurhidayati juga menekankan bahwa gagasan dan visi-misi tidak akan memberikan perubahan apabila tidak diterjemahkan dalam tindakan nyata.

“Bergerak itu harus dan berdampak. Setiap langkah yang kita lakukan harus memberi manfaat bagi guru, dunia pendidikan, dan anak-anak negeri di Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.

Jika mendapatkan amanah sebagai ketua, Nurhidayati menyampaikan sejumlah prioritas, antara lain mengupayakan keberadaan sekretariat IGI Wilayah NTB, memperkuat koordinasi dengan pengurus daerah, serta membangun mekanisme berbagi praktik baik antardaerah.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan organisasi, pengembangan jaringan, pendampingan kepada daerah, kolaborasi dengan seluruh elemen pendidikan, serta pengelolaan keuangan organisasi secara transparan.

Peningkatan kapasitas dan kompetensi guru berbasis kemitraan juga menjadi salah satu agenda yang ingin diperkuat.

“Saya ingin berjalan bersama dengan Bapak dan Ibu semua, mendengar lebih banyak, bekerja lebih nyata, dan menghadirkan dampak yang bisa dirasakan,” kata Nurhidayati.

Ia mengaku keputusan untuk maju sebagai calon ketua tidak lahir semata-mata dari keinginan pribadi, tetapi setelah mempertimbangkan aspirasi, dorongan, dan harapan dari para anggota IGI.

Nengah Istiqomah Tekankan Keberlanjutan dan Kolaborasi

Calon nomor urut 3 sekaligus petahana, Nengah Istiqomah, M.Pd., dalam penyampaian visi dan misinya menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program organisasi yang telah berjalan sekaligus memperkuat kebersamaan.

Sebagai ketua pada periode sebelumnya, Nengah menyampaikan bahwa perkembangan IGI NTB selama ini tidak terlepas dari dukungan para pengurus daerah kabupaten/kota.

Ia menilai kebersamaan tersebut merupakan modal penting bagi siapapun yang nantinya mendapatkan amanah untuk memimpin IGI Wilayah NTB.

“Siapapun yang akan menjadi ketua, kita tetap bersama. Yang sudah kita bangun mari kita kuatkan,” ungkap Nengah.

Nengah juga menyoroti perlunya mencari akar persoalan pendidikan di NTB secara bersama-sama. Menurutnya, berbagai praktik baik yang diperoleh dari daerah lain perlu dibawa dan dikembangkan di NTB agar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan.

Salah satu gagasan yang ia tawarkan adalah pengembangan program “Jumpa Pendidik NTB”, yang diarahkan sebagai ruang berbagi praktik baik dan peningkatan kompetensi guru.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman, metode, dan praktik pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Nengah juga kembali menyoroti pentingnya sekretariat organisasi yang representatif agar keberadaan IGI Wilayah NTB semakin kuat secara kelembagaan.

Dalam pandangannya, organisasi harus hadir bukan sekadar melalui pemberitaan kegiatan, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh para guru dan dunia pendidikan.

E-Voting Tetapkan Ketua Terpilih

Setelah seluruh calon menyampaikan visi dan misi, Muswil memasuki agenda pemungutan suara menggunakan sistem e-voting.

Peserta yang memiliki hak suara memberikan pilihan secara elektronik sesuai mekanisme yang telah ditetapkan dalam persidangan. Setelah proses pemungutan suara selesai, dilakukan penghitungan dan penyampaian hasil.

Hasil tersebut menunjukkan Nurhidayati memperoleh 29 suara, Ramli Hidayat memperoleh 3 suara, dan Nengah Istiqomah memperoleh 10 suara.

Hasil pemungutan suara tersebut kemudian menetapkan Nurhidayati, S.Pd., M.Pd. sebagai Ketua IGI Wilayah NTB masa bhakti 2026–2031.

Nurhidayati: Kemenangan Ini Kemenangan Bersama

Usai dinyatakan terpilih, Nurhidayati menyampaikan pidato perdana sebagai Ketua IGI Wilayah NTB terpilih.

Dengan nada penuh haru, ia mengungkapkan bahwa terpilihnya sebagai ketua berada di luar perkiraan awalnya. Sebelumnya, ia mengaku justru memberikan dukungan kepada Nengah Istiqomah untuk melanjutkan kepemimpinan IGI NTB.

Namun, setelah mendengar aspirasi dan dorongan dari sejumlah anggota, Nurhidayati akhirnya memutuskan untuk maju dan menerima amanah tersebut.

“Amanah ini saya terima dengan penuh rasa syukur sekaligus juga tanggung jawab,” tutur Nurhidayati.

Ia menegaskan bahwa jabatan yang diterimanya bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan secara pribadi, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Nurhidayati juga mengajak seluruh anggota IGI NTB untuk tidak menjadikan hasil pemilihan sebagai pemisah di antara para anggota.

Sebaliknya, ia menginginkan seluruh pihak kembali bersatu dan bekerja bersama untuk memperkuat organisasi serta memberikan manfaat bagi guru dan pendidikan di NTB.

“Kemenangan ini bukan kemenangan saya pribadi, tetapi kemenangan kita bersama, kemenangan organisasi kita, Ikatan Guru Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan slogan yang menjadi landasan visi kepemimpinannya, yakni “Bersinergi, Bergerak, Berdampak.”

Nurhidayati menyatakan tidak ingin menjalankan kepemimpinan seorang diri. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota IGI di kabupaten/kota untuk terlibat dalam proses penguatan organisasi.

“Saya tidak sempurna, tetapi saya berkomitmen untuk hadir, untuk mendengar, dan bekerja sama dengan seluruh Bapak dan Ibu anggota Ikatan Guru Indonesia di daerah dan secara keseluruhan di Provinsi Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Ia mengajak seluruh anggota menjadikan momentum pergantian kepemimpinan sebagai awal untuk memperkuat persatuan dan menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh guru.

“Mari kita kuatkan organisasi kita dan kita hadirkan manfaat nyata bagi guru dan pendidikan di Nusa Tenggara Barat,” pungkasnya.

Dengan semangat bersinergi, bergerak, dan berdampak, kepemimpinan baru IGI Wilayah NTB masa bhakti 2026–2031 diharapkan menjadi ruang bersama bagi para guru untuk terus belajar, berbagi, berkolaborasi, dan berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di Nusa Tenggara Barat. (Lan)

Posting Komentar untuk "Raih 29 Suara, Nurhidayati Pimpin IGI Wilayah NTB Periode 2026–2031"