Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perkuat Tata Kelola Organisasi, IGI NTB Kolaborasi dengan IGI Kota Mataram Gelar PMO Tingkat Dasar di Mataram


MATARAM
— Pengurus Wilayah IGI Nusa Tenggara Barat (NTB) berkolaborasi dengan Pengurus Daerah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Mataram menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Organisasi (PMO) Tingkat Dasar Tahun 2026 di Idoop Hotel Mataram, selama 2 (dua) hari Sabtu–Minggu, 24–25 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan kualitas tata kelola organisasi profesi, serta menyiapkan kader-kader guru yang mampu berkontribusi lebih luas bagi kemajuan pendidikan.

Pelatihan tersebut diikuti 33 peserta terpilih yang berasal dari anggota IGI tingkat wilayah maupun daerah. Peserta terdiri atas guru dari satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag). Keikutsertaan para peserta juga didukung surat tugas dari instansi masing-masing, baik melalui jalur dinas pendidikan maupun Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, berdasarkan permohonan IGI Wilayah NTB.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, organisasi profesi, lembaga kebahasaan, praktisi pendidikan, dan pegiat antikorupsi. Hadir dalam pembukaan Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi NTB, Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si.; Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB sekaligus Dewan Pakar IGI Wilayah NTB, Dr. Arie Andrasyah Isa, S.S., M.Hum.; Wakil Ketua Umum IGI yang mewakili Ketua Umum IGI, Halil Subagiono, S.Pd., M.M.; Pelaksana Harian Ketua Wilayah IGI NTB, Eris Nurhayati, S.Si., M.Pd.; serta Ketua Wilayah IGI NTB terpilih, Nurhidayati, M.Pd. Kegiatan juga dihadiri Ketua IGI Kota Mataram, Ramli Hidayat, S.Pd., M.Pd., panitia, dan seluruh peserta pelatihan.

PMO sebagai Ruang Kaderisasi dan Penguatan Organisasi

Pembukaan kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan acara pembukaan, menyanyikan Indonesia Raya dan Mars IGI, serta doa. Ketua panitia, Sumiati, S.Pd., menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sebelum dilanjutkan dengan sambutan Dewan Pakar IGI Wilayah NTB dan pembukaan resmi oleh Kepala BGTK Provinsi NTB.


Dalam laporannya, Sumiati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya PMO Tingkat Dasar IGI NTB Tahun 2026. Ia secara khusus menyampaikan penghargaan kepada para narasumber, pengurus IGI, instansi pemerintah, serta seluruh panitia yang telah bekerja sama menyiapkan kegiatan.

Menurutnya, PMO tidak sekadar menjadi forum untuk menambah pengetahuan mengenai organisasi, tetapi juga ruang pembelajaran untuk menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya tata kelola, kolaborasi, integritas, dan komitmen bersama.

Ia menegaskan bahwa organisasi profesi guru perlu memiliki arah yang jelas, struktur yang berfungsi, komunikasi yang sehat, serta program kerja yang menjawab kebutuhan anggotanya. Program organisasi, menurutnya, tidak seharusnya berhenti sebagai dokumen administratif atau kegiatan seremonial, melainkan perlu diwujudkan menjadi aksi nyata yang manfaatnya dirasakan oleh para guru dan dunia pendidikan.

“Organisasi yang kuat tidak dibangun oleh satu orang yang hebat, tetapi oleh orang-orang yang mau belajar, saling percaya, bekerja bersama, dan setia pada tujuan yang sama,” demikian pesan yang ditekankan dalam sambutan ketua panitia.

Sumiati berharap PMO menjadi titik awal lahirnya pengurus yang lebih kompeten, organisasi yang lebih tertata, kolaborasi yang semakin kuat, serta program-program yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi guru dan peserta didik.

Balai Bahasa NTB Dorong Kolaborasi Organisasi Guru dan Penguatan Literasi


Dalam sambutannya, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB sekaligus Dewan Pakar IGI Wilayah NTB, Dr. Arie Andrasyah Isa, S.S., M.Hum., menyambut baik pelaksanaan PMO dan mengapresiasi inisiatif IGI dalam memperkuat kapasitas organisasi profesi guru.

Ia menempatkan guru sebagai unsur penting dalam peningkatan mutu pendidikan dan literasi bangsa. Karena itu, organisasi profesi yang dikelola secara profesional dinilai memiliki peran strategis dalam memperluas dampak kerja guru di luar ruang kelas.

Dr. Arie juga menyoroti peluang kolaborasi antara Balai Bahasa Provinsi NTB dan IGI. Kerja sama tersebut dapat diarahkan pada penguatan literasi, peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia, serta pemanfaatan program kebahasaan untuk mendukung kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.

Sejumlah program yang disinggung dalam sambutannya meliputi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia, serta pendampingan literasi di sekolah. Ia berharap program-program tersebut dapat diselaraskan dengan kebutuhan guru dan sekolah melalui koordinasi antara Balai Bahasa dan pengurus IGI di tingkat wilayah maupun daerah.

Menurutnya, penguatan kemampuan berbahasa dan literasi memiliki kaitan erat dengan proses pembelajaran. Kemampuan memahami teks, menggunakan bahasa secara tepat, dan menyampaikan gagasan secara efektif merupakan bekal penting bagi guru dalam mendampingi peserta didik.

Ia juga menekankan bahwa manajemen organisasi yang baik diperlukan agar program peningkatan kompetensi guru dan penguatan literasi dapat dijalankan secara terarah, terstruktur, dan berkelanjutan.

Kepala BGTK NTB: Organisasi Membutuhkan Kader yang Tangguh dan Berkomitmen


Kepala BGTK Provinsi NTB, Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si., secara resmi membuka kegiatan PMO Tingkat Dasar IGI NTB Tahun 2026. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan yang dinilainya penting bagi keberlanjutan organisasi profesi guru.

Ia menjelaskan bahwa manajemen merupakan unsur mendasar dalam mengelola organisasi maupun berbagai program kerja. Tanpa pengelolaan yang baik, organisasi akan kesulitan memastikan bahwa setiap kegiatan berjalan sesuai tujuan dan memberikan hasil yang diharapkan.

Dr. Wirman menempatkan PMO sebagai bagian dari proses kaderisasi untuk menyiapkan pengurus yang memiliki komitmen, daya juang, ketahanan, dan kemampuan menghadapi tantangan organisasi. Menurutnya, keberlangsungan organisasi tidak hanya ditentukan oleh keberadaan struktur kepengurusan, tetapi juga oleh kualitas orang-orang yang menjalankan amanah di dalamnya.

Ia juga mengapresiasi hubungan dan komunikasi yang telah terjalin antara BGTK NTB dan IGI. Sinergi tersebut diharapkan terus berkembang dalam mendukung peningkatan kompetensi guru, penguatan organisasi profesi, serta upaya menjawab berbagai tantangan pendidikan di lapangan.

Dalam sambutannya, Dr. Wirman turut menyoroti pentingnya perlindungan guru. Menurutnya, perlindungan perlu dipahami secara komprehensif, tidak terbatas pada penanganan ketika muncul kasus, tetapi juga mencakup dukungan terhadap profesionalitas, kompetensi, dan kesejahteraan guru.

Ia berharap organisasi profesi dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi guru, sekaligus membantu membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemangku kebijakan.

“Organisasi membutuhkan kader-kader yang memiliki komitmen, daya juang, dan daya tahan agar tetap tumbuh, eksis, serta mampu memberikan kontribusi bagi pendidikan,” menjadi salah satu pokok pesan dalam sambutannya.

Menutup sambutan, Dr. Wirman menyatakan bahwa PMO Tingkat Dasar IGI NTB Tahun 2026 resmi dibuka dengan mengucapkan basmalah. Ia berharap pelatihan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk saling menguatkan, mendukung, dan menghadirkan dampak nyata bagi guru serta peserta didik.

Ketua IGI Kota Mataram Tekankan Empat Pilar Manajemen Organisasi


Ketua IGI Kota Mataram sekaligus penanggung jawab kegiatan, Ramli Hidayat, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Ia menyampaikan bahwa proses pembelajaran akan disertai penilaian oleh panitia dan narasumber sebagai bagian dari penentuan predikat kelulusan.

Ramli menjelaskan bahwa PMO penting bagi anggota IGI karena organisasi yang kuat membutuhkan sistem pengelolaan yang terencana, pembagian tugas yang jelas, pelaksanaan program yang terarah, serta evaluasi yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, ia mengingatkan peserta mengenai fungsi-fungsi manajemen organisasi, antara lain perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Fungsi-fungsi tersebut perlu dipahami dan diterapkan agar organisasi dapat bekerja secara efektif serta mengoptimalkan potensi setiap pengurus.

Ia juga menyoroti hubungan antara komitmen anggota dan keberlangsungan organisasi. Ketika anggota merasa dilibatkan, memperoleh ruang untuk berkembang, serta merasakan manfaat dari organisasi, mereka cenderung memiliki dorongan lebih kuat untuk bertahan dan berkontribusi. Sebaliknya, ketidakpuasan dapat melemahkan keterlibatan anggota.

Karena itu, ia berharap PMO dapat memperkuat rasa memiliki, meningkatkan komitmen, dan mendorong seluruh peserta untuk berperan aktif dalam mengembangkan IGI di wilayah maupun daerah masing-masing.

Ramli juga berharap kepengurusan IGI Wilayah NTB yang terpilih dapat membangun organisasi yang semakin solid dengan menempatkan orang-orang sesuai kompetensi dan bidang keahliannya.

Delapan Materi untuk Memperkuat Kapasitas Pengurus

Rangkaian PMO pada Sabtu, 24 Oktober 2026, dirancang untuk memberikan pemahaman dasar tentang kebijakan pendidikan, tata kelola organisasi, kepemimpinan, dan administrasi. Materi disampaikan oleh narasumber dengan latar belakang keahlian yang beragam.

Sesi pertama membahas kebijakan pendidikan nasional dan peraturan tentang guru, disampaikan oleh Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si. Materi ini menjadi landasan bagi peserta untuk memahami kebijakan pendidikan yang berkaitan dengan tugas profesional guru dan peran organisasi profesi.

Sesi berikutnya membahas AD/ART IGI dan kode etik guru bersama Syahruna, S.Pd., M.H. Materi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai aturan organisasi, tanggung jawab anggota, serta etika profesi.

Peserta kemudian mengikuti materi wawasan kebangsaan yang disampaikan H. Bakhtiar Ardiansyah, S.Pd., M.Pd., widyaiswara BPMP NTB. Materi kepemimpinan disampaikan M. Fatkoer Rohman, S.Pd., M.Pd., Kepala SMAN 2 Kayangan sekaligus Presiden Matematika Nusantara.

Setelah istirahat, ibadah, dan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan materi komitmen organisasi bersama Nengah Istiqomah, M.Pd., Kepala SMAN 9 Mataram. Materi komunikasi efektif disampaikan Dr. Arie Andrasyah Isa, S.S., M.Hum., Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB.

Pada sesi berikutnya, Halil Subagiono, S.Pd., M.M., yang juga merupakan Wakil Ketua Umum IGI dan penyuluh antikorupsi, membawakan materi administrasi kesekretariatan. Sementara itu, materi administrasi keuangan disampaikan Dr. Hj. Nuraini, S.Pd., M.Pd., Kepala SDN 1 Kekeri.

Kedelapan materi tersebut dirancang untuk membantu peserta memahami berbagai aspek yang dibutuhkan dalam pengelolaan organisasi, mulai dari pemahaman kebijakan dan aturan, penguatan kepemimpinan, pembentukan komitmen, hingga keterampilan administrasi.

Berdasarkan agenda yang tercantum dalam rundown, sesi hari pertama dijadwalkan berakhir setelah materi administrasi keuangan dan penutupan. Adapun kegiatan PMO secara keseluruhan berlangsung selama dua hari, 24–25 Oktober 2026.

Melalui PMO Tingkat Dasar Tahun 2026, IGI diharapkan semakin mampu membangun organisasi yang profesional, terbuka terhadap kolaborasi, tertib dalam tata kelola, dan konsisten dalam memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan.

Dengan penguatan kaderisasi dan tata kelola yang berkelanjutan, IGI dapat terus menjalankan perannya sebagai ruang pengembangan profesional guru sekaligus mitra strategis dalam mendorong kemajuan pendidikan di Nusa Tenggara Barat dan Indonesia. (Ruslan Wahid)

Posting Komentar untuk "Perkuat Tata Kelola Organisasi, IGI NTB Kolaborasi dengan IGI Kota Mataram Gelar PMO Tingkat Dasar di Mataram"